3 Kesalahan Perusahaan Ketika Mencoba Digital Marketing

Status wabah covid-19 membuat semua perusahaan dalam kondisi yang “terpaksa” berganti strategi pemasaran ke arah digital marketing. Tujuan awalnya adalah tentu menjangkau lebih banyak orang agar dapat tetap bertahan di tengah krisis ini. Karena “terpaksa” tanpa persiapan yang matang, hal ini membuat banyak perusahaan mengambil tindakan yang salah. Hati-hati, berikut 3 kesalahan yang biasa terjadi:

  1. Memilih PIC ( Person In Charge) yang salah

Perusahaan beranggapan bahwa digital marketing hanyalah masalah teknis dan ilmu yang bisa dipelajari dari internet saja. Sehingga, mereka cenderung menggampangkan dengan menjadikan orang yang berada di bidang marketing offline, menjadi seorang PIC marketing online. Pada kenyataannya, digital marketing bagaikan palung yang dalam dan sulit untuk mengetahui jelas dasarnya seperti apa.

“Ketika seseorang tidak tau kedalamannya, maka sebagian besar akan tenggelam. Baik tenggelam karena mempelajari terlalu banyak, maupun tenggelam karena membuang-buang dana beriklan. Iya, karena semua ada ilmunya.”

Saran kami, apabila perusahaan anda masih baru mengenal digital marketing dan ingin survive di dalamnya, carilah teman atau partner yang sudah berpengalaman menggunakan digital marketing. Anda harus yakin, dengan merekrut orang yang ahli, learning curve akan lebih pendek,  sehingga membuat perusahaan anda akan lebih cepat stabil. apalagi di masa krisis seperti ini.

Selain masalah teknis beriklan, anda juga harus menyesuaikan operation perusahaan agar siap go digital, sehingga, mencari partner / PIC yang tepat, adalah keputusan yang tepat. 

  1. Membaca dan mempelajari terlalu banyak (overload information)

Coba anda googling keyword “belajar digital marketing”, deh. Dalam waktu 0,43 detik, anda akan menemukan 10 juta lebih artikel terdaftar di Google. 

Tentu anda tidak akan membaca semua nya, anda akan memilih artikel secara selektif. Tapi percayalah, sekali anda masuk dan membaca teori-teori digital marketing, mata anda akan terbelalak melihat semua peluang yang ada.

Anda akan tertarik dengan FB ads, lalu anda tertarik juga dengan Google ads, lalu anda mungkin akan memikirkan bagaimana kalau beriklan di Youtube saja. Namun, beberapa saat kemudian anda melihat peningkatan trafik Twitter, lalu Tiktok ads, lalu medsos yang lainnya—lagi, lagi dan lagi.

Otak anda akan dipenuhi oleh informasi yang menggiurkan dan anda akan bingung ingin mempelajari semuanya. Padahal, dalam pengalaman kami, setiap perusahaan memiliki keunikan masing-masing. Tidak semua platform cocok untuk perusahaan anda, lho.

Anda harus cermat menentukan akan menggunakan platform yang mana. Ingatlah kata kunci ini: di mana pasar saya, usia berapa mereka, platform apa yang sering mereka gunakan, dan bagaimana behavior mereka dalam mencari produk incaran.

Setelah ditemukan, kamu harus tegas untuk menentukan akan bermain di platform apa dan lupakan sejenak platform lainnya. 

  1. Perusahaan belum atau tidak memiliki produk unggulan

Dalam dunia digital, anda harus menaruh spent terbaik pada produk terbaik. Maksud “terbaik” di sini bukan berarti terbagus kualitasnya, tapi produk yang memiliki record terbaik dalam penjualan perusahaan selama ini.

Setelah anda menentukan 3 top produk , ini saatnya anda memfokuskan biaya iklan untuk testing 3 produk terbaik dari berbagai macam sudut, berbagai copywriting dan berbagai target yang sudah kamu siapkan. 

Itulah tiga hal yang biasa dilakukan oleh perusahaan yang sedang terpaksa go digital. Mencoba boleh, tapi jangan sampai perusahaan anda melakukan 3 kesalahan tadi demi bisa bertahan. Mulailah dengan menyelesaikan permasalahan satu per satu, kemudian bertanyalah pada ahlinya.

Segera putuskan apakah anda akan jalan di tempat, atau mengambil kesempatan di masa krisis seperti ini.

Banyak perusahaan yang memilih untuk tutup, banyak perusahaan yang merumahkan karyawannya ketika wabah covid-19 , banyak juga yang secara cekatan mentransformasi strategi pemasarannya ke digital marketing. 

Anda mau pilih menjadi yang mana?

Sudah siap meroket?

DOWNLOAD PROPOSAL PENAWARAN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Marketlab Indonesia

We Create We Colaborate


Open chat
Ada Yang Bisa Kami Bantu?